Rabu, 28 Oktober 2015

Cara Tuhan berbicara


“Nabi, kenapa hanya engkau yang dapat mendengar dan berbicara dengan Tuhan? bukankah engkau berkata bahwa Tuhan ingin berbicara dengan kami semua?” lalu jawab sang nabi,”Coba engkau perha tikan bayi yang baru lahir bukankah pada mulanya ia hanya bisa menangis bila menginginkan sesuatu  dan tertawa bila gembira? kemudian ia terus bertumbuh mengenal kata dan akhirnya dapat berbicara dengan baik, begitulah halnya kita apabila ingin berbicara dan mengenal Tuhan, hal-hal yang kecil janganlah kita abaikan karena demikianlah Dia berbicara dengan kita. bagaimana kita peka terhadap sesuatu yang baik yang berasal dari padaNya, ketika engkau bangun tidur engkau diberiNya nafas, ketika engkau berjalan engkau dijagaNya, ketika engkau berpikir Dia menuntunmu, ketika engkau bekerja Dia memberikan keterampilan padamu dan ketika engkau tidur Dia menjagamu, apabila hal-hal seperti ini engkau tidak sadari dan tidak mengerti maka  janganlah heran apabila Tuhan itu misteri bagimu dan sesuatu yang sukar engkau jangkau.



CARA PANDANG TUHAN


Di kerajaan Surga, Tuhan berkumpul dengan para malaikat Nya, dihadapan mereka banyak tersusun rapi meja dan kursi masing-masing dengan bola dunia terletak di atas meja. Ketika salah satu malaikat bertanya, “ Untuk apakah sepasang meja dan kursi yang banyak itu dengan bola dunia diatasnya?“

PIDATO TUHAN


 Ketika beberapa waktu sebelum lahir ke dunia, calon–calon bayi mendengar pidato dari Tuhan. Tuhan berkata, “Ingatlah ketika kalian lahir kedunia, kalian akan menjumpai bahwa dunia itu kejam banyak yang tidak adil, keegoisan, kebencian, tipu daya, dan lain hal yang tidak kalian sukai. Pada waktu itu kalian tidak akan pernah ingat dengan apa yang telah Aku katakan, tetapi jangan takut karena kasihKu akan menyertai kalian, kalian akan belajar dari semua itu. Kalian sendirilah yang akan menimbang dengan hati dan pikiran yang telah Aku berikan, apakah kalian menganggap segala rencanaKu adalah keselamatan atau hanya angin yang berlalu. Apabila kamu berhasil dari semua itu maka kita akan bertemu lagi di sini!“ ketika Tuhan Yesus sudah mengakhiri pidato Nya maka berangkatlah bayi-bayi itu kedunia.

(Tuhan mencintai kita semua, bagaimana jika cerita ini nyata, tanyakan dirimu?)

Stepanus Ade


Rabu, 14 Oktober 2015

Tuhan Yesus sang tukang pos


Awalnya ketika Tuhan Yesus berada di Surga, pada waktu itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan mengelilingi Kerajaan Surga, hingga sampailah Ia pada sebuah ruangan. Dia tertegun dan termenung sejenak karena ada sesuatu yang menarik perhatianNya.
Pada ruangan itu ternyata banyak sekali tumpukan surat-surat yang berasal dari dunia. Surat-surat itu ditulis dan dikirim oleh manusia kepada Tuhan, isinya ternyata bermacam-macam, ada yang berisi permintaan dan amarah-amarah. Ketika Tuhan Yesus melihat semua itu maka sedihlah Dia, satu persatu lembaran-lembaran surat  dibuka dari amplopnya, tetapi semuanya mengecewakan padahal amplop tersebut dihiasi dengan warna-warna yang menarik serta suratnya dengan tulisan yang  indah-indah.
Dari tumpukan-tumpukan surat itu ternyata ada surat-surat yang menarik perhatianNya, tulisan dalam surat  tersebut hanya beberapa baris dan isinya pun hanya ungkapan sederhana seperti,”Terima kasih Yesusku.” Dan sebagainya, tetapi semua tulisan dalam surat ini membuat Tuhan Yesus tersenyum dan semakin membuat Dia penasaran siapa sebenarnya yang menulis semua itu. Betapa terkejutnya Dia ternyata surat-surat itu ditulis oleh anak kecil, maka timbulah ide dari Tuhan Yesus agar surat-surat itu bisa dibalas oleh Allah Bapa secepatnya.
 Hingga pada saat yang tepat Tuhan Yesus pun datang kedunia pada malam hari ingin mendatangi anak-anak kecil diseluruh dunia, tetapi Tuhan Yesus datang dengan menyamar menjadi seorang tukang pos yang mengantarkan surat yang dibuat anak-anak itu.
Setelah hari hampir  pagi Tuhan Yesus naik kesurga dengan membawa setumpukan karung-karung yang berisikan surat, tetapi surat-surat itu  tidak langsung diserahkan kepada  AlLah Bapa, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang menghiasi amplopnya dan mempercantik serta menambahkan kata-kata yang indah sehingga menyenangkan hati Allah Bapa. Setelah semua itu selesai lalu Tuhan Yesus memberikannya kepada Allah Bapa.
Hingga pada suatu malam ada seorang anak secara tak sengaja bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka asyik bercerita dan pada saat itu juga bertanyalah anak tersebut,”Tuhan kenapa semua doaku dikabulkan, sedangkan doa papa dan mamaku tidak dikabulkan? ”lalu sambil tersenyum Tuhan Yesus menjawab,” AnakKu, ketika malam hari engkau berdoa Aku ada didekatmu, lalu doamu Aku tuliskan dalam secarik kertas, karena doamu sederhana dan sedikit maka Aku menambahkan kata-kata yang indah, sedangkan doa papa dan mamamu sangat panjang hingga secarik kertas penuh, jadi Aku tidak mempunyai tempat untuk menuliskannya, surat-surat yang Aku tulislah yang berkenan kepada Bapa.”

Stepanus Ade

Harta Tersembunyi

Mengawali Tulisan Untuk menuju  http://surga-qta.blogspot.com pada hari ini, saya memulai sebuah tulisan yang mungkin bisa menambah wawasan dalam hidup anda. berikut renungan kita hari ini.

Ketika dalam sebuah ruang kelas ada seorang murid bertanya kepada gurunya, “Guru, kita semua tahu bahwa Tuhan penuh dengan kelimpahan, baik kebijaksanaan hingga kekayaanNya, tetapi mengapa masih banyak orang di dunia ini hidup miskin?” lalu sang guru menjawab, “Pada suatu waktu Tuhan pernah bertanya kepada semua penghuni surga, “Adakah sebuah cara untuk memberikan kekayaanKu kepada manusia agar mereka bisa menikmatinya dengan adil?” lalu ada malaikat yang menjawab, “Kita letakkan saja di jalan-jalan agar mereka dapat menemukannya.” Tetapi jawab Tuhan, “Janganlah, karena apabila anjing yang menemukannya akan habis dicabik-cabiknya.” Lalu ada seorang lagi yang berkata, “Kita letakkan saja didepan pintu rumah mereka.” Lalu Tuhan pun menjawab, “Jangan pulalah demikian, karena akan diambil pencuri.” Lalu ada seorang yang muda diantara semua penghuni Surga menjawab, ”Kita letakkan saja pada setiap organ tubuhnya, hingga hal itu menjadikan kekuatan bagi mereka.” Maka Tuhan pun berkata, “Benar, itulah yang Kumaksud, baiklah segala kekayaan dan kelimpahan itu kita namakan bakat, walaupun manusia itu hidup miskin tetapi segala kelimpahan akan tetap padanya, semua tergantung dari padanya apakah mereka mau bersikap bijak mencarinya, karena apabila Aku memberikan segala harta ke semua orang mereka akan sombong dan tidak pernah mau membantu sesama dan menganggap dirinya baik, Aku juga akan memperpanjang masa waktu agar setiap manusia dapat menemukan bakatnya.” 


Penulis: Stepanus Ade, S.E