“Nabi,
kenapa hanya engkau yang dapat mendengar dan berbicara dengan Tuhan? bukankah
engkau berkata bahwa Tuhan ingin berbicara dengan kami semua?” lalu jawab sang
nabi,”Coba engkau perha tikan bayi yang baru lahir bukankah pada mulanya ia
hanya bisa menangis bila menginginkan sesuatu
dan tertawa bila gembira? kemudian ia terus bertumbuh mengenal kata dan
akhirnya dapat berbicara dengan baik, begitulah halnya kita apabila ingin
berbicara dan mengenal Tuhan, hal-hal yang kecil janganlah kita abaikan karena
demikianlah Dia berbicara dengan kita. bagaimana kita peka terhadap sesuatu
yang baik yang berasal dari padaNya, ketika engkau bangun tidur engkau
diberiNya nafas, ketika engkau berjalan engkau dijagaNya, ketika engkau berpikir
Dia menuntunmu, ketika engkau bekerja Dia memberikan keterampilan padamu dan
ketika engkau tidur Dia menjagamu, apabila hal-hal seperti ini engkau tidak
sadari dan tidak mengerti maka janganlah
heran apabila Tuhan itu misteri bagimu dan sesuatu yang sukar engkau jangkau.
Rabu, 28 Oktober 2015
CARA PANDANG TUHAN
Di kerajaan Surga, Tuhan berkumpul dengan para malaikat Nya,
dihadapan mereka banyak tersusun rapi meja dan kursi masing-masing dengan bola
dunia terletak di atas meja. Ketika salah satu malaikat bertanya, “ Untuk
apakah sepasang meja dan kursi yang banyak itu dengan bola dunia diatasnya?“
PIDATO TUHAN
Ketika beberapa waktu sebelum lahir ke dunia,
calon–calon bayi mendengar pidato dari Tuhan. Tuhan berkata, “Ingatlah ketika
kalian lahir kedunia, kalian akan menjumpai bahwa dunia itu kejam banyak yang
tidak adil, keegoisan, kebencian, tipu daya, dan lain hal yang tidak kalian
sukai. Pada waktu itu kalian tidak akan pernah ingat dengan apa yang telah Aku
katakan, tetapi jangan takut karena kasihKu akan menyertai kalian, kalian akan
belajar dari semua itu. Kalian sendirilah yang akan menimbang dengan hati dan
pikiran yang telah Aku berikan, apakah kalian menganggap segala rencanaKu
adalah keselamatan atau hanya angin yang berlalu. Apabila kamu berhasil dari
semua itu maka kita akan bertemu lagi di sini!“ ketika Tuhan Yesus sudah
mengakhiri pidato Nya maka berangkatlah bayi-bayi itu kedunia.
(Tuhan mencintai kita semua, bagaimana jika cerita ini nyata,
tanyakan dirimu?)
Stepanus Ade
Rabu, 14 Oktober 2015
Tuhan Yesus sang tukang pos
Awalnya ketika Tuhan Yesus berada di Surga, pada waktu itu Tuhan
Yesus sedang berjalan-jalan mengelilingi Kerajaan Surga, hingga sampailah Ia
pada sebuah ruangan. Dia tertegun dan termenung sejenak karena ada sesuatu yang
menarik perhatianNya.
Pada ruangan itu ternyata banyak sekali tumpukan surat-surat yang
berasal dari dunia. Surat-surat itu ditulis dan dikirim oleh manusia kepada
Tuhan, isinya ternyata bermacam-macam, ada yang berisi permintaan dan
amarah-amarah. Ketika Tuhan Yesus melihat semua itu maka sedihlah Dia, satu
persatu lembaran-lembaran surat dibuka dari amplopnya, tetapi semuanya
mengecewakan padahal amplop tersebut dihiasi dengan warna-warna yang menarik
serta suratnya dengan tulisan yang
indah-indah.
Dari tumpukan-tumpukan surat itu
ternyata ada surat-surat yang menarik perhatianNya, tulisan dalam surat tersebut hanya beberapa baris dan isinya pun
hanya ungkapan sederhana seperti,”Terima kasih Yesusku.” Dan sebagainya, tetapi
semua tulisan dalam surat
ini membuat Tuhan Yesus tersenyum dan semakin membuat Dia penasaran siapa
sebenarnya yang menulis semua itu. Betapa terkejutnya Dia ternyata surat-surat
itu ditulis oleh anak kecil, maka timbulah ide dari Tuhan Yesus agar
surat-surat itu bisa dibalas oleh Allah Bapa secepatnya.
Hingga pada saat yang tepat
Tuhan Yesus pun datang kedunia pada malam hari ingin mendatangi anak-anak kecil
diseluruh dunia, tetapi Tuhan Yesus datang dengan menyamar menjadi seorang
tukang pos yang mengantarkan surat
yang dibuat anak-anak itu.
Setelah hari hampir pagi
Tuhan Yesus naik kesurga dengan membawa setumpukan karung-karung yang berisikan
surat, tetapi surat-surat itu tidak
langsung diserahkan kepada AlLah Bapa,
melainkan Tuhan Yesus sendiri yang menghiasi amplopnya dan mempercantik serta
menambahkan kata-kata yang indah sehingga menyenangkan hati Allah Bapa. Setelah
semua itu selesai lalu Tuhan Yesus memberikannya kepada Allah Bapa.
Hingga pada suatu malam ada seorang anak secara tak sengaja
bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka asyik bercerita dan pada saat itu juga
bertanyalah anak tersebut,”Tuhan kenapa semua doaku dikabulkan, sedangkan doa
papa dan mamaku tidak dikabulkan? ”lalu sambil tersenyum Tuhan Yesus menjawab,”
AnakKu, ketika malam hari engkau berdoa Aku ada didekatmu, lalu doamu Aku
tuliskan dalam secarik kertas, karena doamu sederhana dan sedikit maka Aku
menambahkan kata-kata yang indah, sedangkan doa papa dan mamamu sangat panjang
hingga secarik kertas penuh, jadi Aku tidak mempunyai tempat untuk
menuliskannya, surat-surat yang Aku tulislah yang berkenan kepada Bapa.”
Stepanus Ade
Mengawali Tulisan Untuk menuju http://surga-qta.blogspot.com pada hari ini, saya memulai sebuah tulisan yang mungkin bisa menambah wawasan dalam hidup anda. berikut renungan kita hari ini.
Ketika dalam sebuah ruang kelas ada seorang murid bertanya kepada
gurunya, “Guru, kita semua tahu bahwa Tuhan penuh dengan kelimpahan, baik
kebijaksanaan hingga kekayaanNya, tetapi mengapa masih banyak orang di dunia
ini hidup miskin?” lalu sang guru menjawab, “Pada suatu waktu Tuhan pernah
bertanya kepada semua penghuni surga, “Adakah sebuah cara untuk memberikan
kekayaanKu kepada manusia agar mereka bisa menikmatinya dengan adil?” lalu ada
malaikat yang menjawab, “Kita letakkan saja di jalan-jalan agar mereka dapat
menemukannya.” Tetapi jawab Tuhan, “Janganlah, karena apabila anjing yang
menemukannya akan habis dicabik-cabiknya.” Lalu ada seorang lagi yang berkata,
“Kita letakkan saja didepan pintu rumah mereka.” Lalu Tuhan pun menjawab, “Jangan
pulalah demikian, karena akan diambil pencuri.” Lalu ada seorang yang muda
diantara semua penghuni Surga menjawab, ”Kita letakkan saja pada setiap organ
tubuhnya, hingga hal itu menjadikan kekuatan bagi mereka.” Maka Tuhan pun
berkata, “Benar, itulah yang Kumaksud, baiklah segala kekayaan dan kelimpahan
itu kita namakan bakat, walaupun manusia itu hidup miskin tetapi segala
kelimpahan akan tetap padanya, semua tergantung dari padanya apakah mereka mau
bersikap bijak mencarinya, karena apabila Aku memberikan segala harta ke semua
orang mereka akan sombong dan tidak pernah mau membantu sesama dan menganggap
dirinya baik, Aku juga akan memperpanjang masa waktu agar setiap manusia dapat
menemukan bakatnya.”
Penulis: Stepanus Ade, S.E
Langganan:
Postingan (Atom)