Rabu, 14 Oktober 2015

Tuhan Yesus sang tukang pos


Awalnya ketika Tuhan Yesus berada di Surga, pada waktu itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan mengelilingi Kerajaan Surga, hingga sampailah Ia pada sebuah ruangan. Dia tertegun dan termenung sejenak karena ada sesuatu yang menarik perhatianNya.
Pada ruangan itu ternyata banyak sekali tumpukan surat-surat yang berasal dari dunia. Surat-surat itu ditulis dan dikirim oleh manusia kepada Tuhan, isinya ternyata bermacam-macam, ada yang berisi permintaan dan amarah-amarah. Ketika Tuhan Yesus melihat semua itu maka sedihlah Dia, satu persatu lembaran-lembaran surat  dibuka dari amplopnya, tetapi semuanya mengecewakan padahal amplop tersebut dihiasi dengan warna-warna yang menarik serta suratnya dengan tulisan yang  indah-indah.
Dari tumpukan-tumpukan surat itu ternyata ada surat-surat yang menarik perhatianNya, tulisan dalam surat  tersebut hanya beberapa baris dan isinya pun hanya ungkapan sederhana seperti,”Terima kasih Yesusku.” Dan sebagainya, tetapi semua tulisan dalam surat ini membuat Tuhan Yesus tersenyum dan semakin membuat Dia penasaran siapa sebenarnya yang menulis semua itu. Betapa terkejutnya Dia ternyata surat-surat itu ditulis oleh anak kecil, maka timbulah ide dari Tuhan Yesus agar surat-surat itu bisa dibalas oleh Allah Bapa secepatnya.
 Hingga pada saat yang tepat Tuhan Yesus pun datang kedunia pada malam hari ingin mendatangi anak-anak kecil diseluruh dunia, tetapi Tuhan Yesus datang dengan menyamar menjadi seorang tukang pos yang mengantarkan surat yang dibuat anak-anak itu.
Setelah hari hampir  pagi Tuhan Yesus naik kesurga dengan membawa setumpukan karung-karung yang berisikan surat, tetapi surat-surat itu  tidak langsung diserahkan kepada  AlLah Bapa, melainkan Tuhan Yesus sendiri yang menghiasi amplopnya dan mempercantik serta menambahkan kata-kata yang indah sehingga menyenangkan hati Allah Bapa. Setelah semua itu selesai lalu Tuhan Yesus memberikannya kepada Allah Bapa.
Hingga pada suatu malam ada seorang anak secara tak sengaja bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka asyik bercerita dan pada saat itu juga bertanyalah anak tersebut,”Tuhan kenapa semua doaku dikabulkan, sedangkan doa papa dan mamaku tidak dikabulkan? ”lalu sambil tersenyum Tuhan Yesus menjawab,” AnakKu, ketika malam hari engkau berdoa Aku ada didekatmu, lalu doamu Aku tuliskan dalam secarik kertas, karena doamu sederhana dan sedikit maka Aku menambahkan kata-kata yang indah, sedangkan doa papa dan mamamu sangat panjang hingga secarik kertas penuh, jadi Aku tidak mempunyai tempat untuk menuliskannya, surat-surat yang Aku tulislah yang berkenan kepada Bapa.”

Stepanus Ade

Tidak ada komentar:

Posting Komentar