Awalnya ketika Tuhan Yesus berada di Surga, pada waktu itu Tuhan
Yesus sedang berjalan-jalan mengelilingi Kerajaan Surga, hingga sampailah Ia
pada sebuah ruangan. Dia tertegun dan termenung sejenak karena ada sesuatu yang
menarik perhatianNya.
Pada ruangan itu ternyata banyak sekali tumpukan surat-surat yang
berasal dari dunia. Surat-surat itu ditulis dan dikirim oleh manusia kepada
Tuhan, isinya ternyata bermacam-macam, ada yang berisi permintaan dan
amarah-amarah. Ketika Tuhan Yesus melihat semua itu maka sedihlah Dia, satu
persatu lembaran-lembaran surat dibuka dari amplopnya, tetapi semuanya
mengecewakan padahal amplop tersebut dihiasi dengan warna-warna yang menarik
serta suratnya dengan tulisan yang
indah-indah.
Dari tumpukan-tumpukan surat itu
ternyata ada surat-surat yang menarik perhatianNya, tulisan dalam surat tersebut hanya beberapa baris dan isinya pun
hanya ungkapan sederhana seperti,”Terima kasih Yesusku.” Dan sebagainya, tetapi
semua tulisan dalam surat
ini membuat Tuhan Yesus tersenyum dan semakin membuat Dia penasaran siapa
sebenarnya yang menulis semua itu. Betapa terkejutnya Dia ternyata surat-surat
itu ditulis oleh anak kecil, maka timbulah ide dari Tuhan Yesus agar
surat-surat itu bisa dibalas oleh Allah Bapa secepatnya.
Hingga pada saat yang tepat
Tuhan Yesus pun datang kedunia pada malam hari ingin mendatangi anak-anak kecil
diseluruh dunia, tetapi Tuhan Yesus datang dengan menyamar menjadi seorang
tukang pos yang mengantarkan surat
yang dibuat anak-anak itu.
Setelah hari hampir pagi
Tuhan Yesus naik kesurga dengan membawa setumpukan karung-karung yang berisikan
surat, tetapi surat-surat itu tidak
langsung diserahkan kepada AlLah Bapa,
melainkan Tuhan Yesus sendiri yang menghiasi amplopnya dan mempercantik serta
menambahkan kata-kata yang indah sehingga menyenangkan hati Allah Bapa. Setelah
semua itu selesai lalu Tuhan Yesus memberikannya kepada Allah Bapa.
Hingga pada suatu malam ada seorang anak secara tak sengaja
bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka asyik bercerita dan pada saat itu juga
bertanyalah anak tersebut,”Tuhan kenapa semua doaku dikabulkan, sedangkan doa
papa dan mamaku tidak dikabulkan? ”lalu sambil tersenyum Tuhan Yesus menjawab,”
AnakKu, ketika malam hari engkau berdoa Aku ada didekatmu, lalu doamu Aku
tuliskan dalam secarik kertas, karena doamu sederhana dan sedikit maka Aku
menambahkan kata-kata yang indah, sedangkan doa papa dan mamamu sangat panjang
hingga secarik kertas penuh, jadi Aku tidak mempunyai tempat untuk
menuliskannya, surat-surat yang Aku tulislah yang berkenan kepada Bapa.”
Stepanus Ade
Tidak ada komentar:
Posting Komentar