Di dalam ruangan sebuah rumah sakit, berbaring para pasien yang
menderita berbagai penyakit, mulai dari penyakit yang tingkatannya sedang
hingga pada tingkatan penyakit yang berbahaya. Ruangan tersebut berisi sepuluh
orang pasien yang berbeda latar belakangnya. Lalu, pada suatu malam tampaklah
kepada mereka ada cahaya putih turun dari atas hingga seisi ruangan menjadi
terperanjat menyaksikan kejadian aneh tersebut. Lama-kelamaan cahaya tersebut
berubah bentuk menjadi rupa manusia pakaiannya berkilau-kilauan, ternyata sosok
tersebut adalah Tuhan Yesus, dengan serta merta mereka semua berseru dan
memanggil,”Tuhan sembuhkanlah kami!!” Lalu dengan senyum lembut Tuhan menjawab,”Baiklah
Aku akan menjamah kalian satu persatu dari kalian dan Aku juga akan memberikan
pesanKu secara pribadi, tetapi ingatlah pesanKu tidak boleh diceritakan kepada
siapapun termasuk kalian yang di ruangan ini, mengerti?” lalu mereka
menganggukkan kepala tanda setuju. Maka seketika itu juga Tuhan datang dan
menghampiri tempat tidur mereka masing-masing, Tuhan menjamah mereka dan setiap
orang dari mereka ditinggalkan pesan pribadi.
Sabtu, 07 November 2015
Pintu penentuan
Si Iblis sang pangeran kegelapan berkata kepada para malaikatnya,
“Sebarkanlah diseluruh bumi dan katakan kepada manusia serta tanamkan dalam
hati mereka bahwa Tritunggal adalah tidak benar, Dia menjadi manusia dan mati
untuk manusia adalah tidak benar, manusia boleh percaya bahwa Tuhan itu ada,
Surga itu ada, Neraka itu ada dan setan juga ada, tetapi janganlah sampai
mereka percaya bahwa Yesus Kristus mati dan untuk dosa manusia, karena itulah
pintu menuju keselamatan dan apabila manusia percaya maka kita tidak akan
mendapat satu jiwapun.”
Oleh
Stepanus ade
Dahan Yang lurus dan Dahan yang Bengkok
Dahulu, ketika Tuhan menciptakan Alam semesta dan segala isinya,
Tuhan juga selalu menyediakan dua dahan pada setiap peristiwa yang akan dialami
oleh mahkluk ciptaanNya baik pada malaikat maupun pada manusia.
Awalnya para malaikat hidup lebih dulu dari manusia. Dahan yang
disiapkan juga banyak, begitu pula manusia disiapkan begitu banyak dahan untuk
setiap peristiwa, pemikiran, kehendak hati, pendapat, keputusan dan bahkan
untuk mengikuti Tuhan atau kehendak manusia.
Pada akhirnya dahan-dahan itu akan dikumpulkan, dahan mana yang
lebih banyak. Dahan yang lurus menggambarkan kehendak yang baik dan dahan
yang bengkok menggambarkan kehendak yang
jahat, setiap peristiwa tidak dapat diulang kembali karena waktunya terbatas.
Setelah semua kembali kepada kematian mereka akan dikumpulkan dan
dihitung jumlah dahan mana yang lebih banyak dan lebih pantas untuk dihargai
atau dibuang.
Harta Yang Kekal
Ada tiga orang pemuda yang sedang bertemu dan bercakap dengan
Tuhan, setelah selesai lalu Tuhan ingin pergi dan berpisah dengan mereka,
tetapi sebelum pergi Tuhan menawarkan kepada mereka tentang hal yang paling
mereka inginkan.
Pemuda pertama menginginkan kekayaan dan kepintaran, maka Tuhan
memberikan kekayaan dan kepintaran, lalu seumur hidupnya pemuda ini hidup
dengan kekayaan dan kepintaran hingga dia meninggal. Lalu pemuda kedua meminta
kepada Tuhan ketenaran dan kekuasaan dan Tuhanpun mengabulkan, hiduplah dia
dengan ketenaran dan kekuasaan selama hidupnya, lalu meninggal pulalah dia.
Sedangkan pemuda yang ketiga meminta kepada Tuhan kasih dan
kebijaksanaan, lalu hiduplah dia dengan kasih dan kebijaksanaan selama
hidupnya, setelah umurnya cukup meninggallah dia. Di alam kematian bertemulah
ketiga pemuda tersebut, lalu mereka berjalan dan sampailah pada pintu gerbang
pertama dan bertemu seorang malaikat dan malaikat itu berkata kepada pemuda
pertama, “engkau tunggulah disini dan dua orang temanmu silakan lanjutkan
perjalanan kalian.” Maka berjalanlah kedua orang pemuda tersebut dan mereka
bertemu pada gerbang kedua yang dijaga oleh seorang malaikat, dan berkatalah
malaikat itu kepada pemuda yang kedua,” engkau diamlah disini.” Dan kepada
pemuda ketiga dia perintahkan pergi melanjutkan perjalanannya. Lalu berjalanlah
pemuda yang ketiga seorang diri dan diujung jalan ia bertemu pada gerbang yang
ketiga yang dijaga oleh banyak malaikat, salah satu dari malaikat itu
berkata,”Marilah masuk.” Maka masuklah ia dan bertemu dengan Tuhan yang
memandangnya dengan senyum yang indah. Tapi pemuda tersebut bingung dan
langsung bertanya kepada Tuhan, “Kenapa kedua orang temanku tidak ikut
denganku?” Lalu Tuhan menjawab, “mereka memilih sesuai dengan keinginannya,
untuk itulah mereka hanya sampai pada gerbang pertama dan kedua, Walaupun
mereka berbuat baik waktu di dunia tetapi itu tidak berlaku pada KerajaanKu,
sedangkan engkau telah memilih kasih. AKUlah Kasih dan Kebijaksanaan, oleh
karena itu engkau telah memilih AKU.”
Oleh
Rabu, 28 Oktober 2015
Cara Tuhan berbicara
“Nabi,
kenapa hanya engkau yang dapat mendengar dan berbicara dengan Tuhan? bukankah
engkau berkata bahwa Tuhan ingin berbicara dengan kami semua?” lalu jawab sang
nabi,”Coba engkau perha tikan bayi yang baru lahir bukankah pada mulanya ia
hanya bisa menangis bila menginginkan sesuatu
dan tertawa bila gembira? kemudian ia terus bertumbuh mengenal kata dan
akhirnya dapat berbicara dengan baik, begitulah halnya kita apabila ingin
berbicara dan mengenal Tuhan, hal-hal yang kecil janganlah kita abaikan karena
demikianlah Dia berbicara dengan kita. bagaimana kita peka terhadap sesuatu
yang baik yang berasal dari padaNya, ketika engkau bangun tidur engkau
diberiNya nafas, ketika engkau berjalan engkau dijagaNya, ketika engkau berpikir
Dia menuntunmu, ketika engkau bekerja Dia memberikan keterampilan padamu dan
ketika engkau tidur Dia menjagamu, apabila hal-hal seperti ini engkau tidak
sadari dan tidak mengerti maka janganlah
heran apabila Tuhan itu misteri bagimu dan sesuatu yang sukar engkau jangkau.
CARA PANDANG TUHAN
Di kerajaan Surga, Tuhan berkumpul dengan para malaikat Nya,
dihadapan mereka banyak tersusun rapi meja dan kursi masing-masing dengan bola
dunia terletak di atas meja. Ketika salah satu malaikat bertanya, “ Untuk
apakah sepasang meja dan kursi yang banyak itu dengan bola dunia diatasnya?“
PIDATO TUHAN
Ketika beberapa waktu sebelum lahir ke dunia,
calon–calon bayi mendengar pidato dari Tuhan. Tuhan berkata, “Ingatlah ketika
kalian lahir kedunia, kalian akan menjumpai bahwa dunia itu kejam banyak yang
tidak adil, keegoisan, kebencian, tipu daya, dan lain hal yang tidak kalian
sukai. Pada waktu itu kalian tidak akan pernah ingat dengan apa yang telah Aku
katakan, tetapi jangan takut karena kasihKu akan menyertai kalian, kalian akan
belajar dari semua itu. Kalian sendirilah yang akan menimbang dengan hati dan
pikiran yang telah Aku berikan, apakah kalian menganggap segala rencanaKu
adalah keselamatan atau hanya angin yang berlalu. Apabila kamu berhasil dari
semua itu maka kita akan bertemu lagi di sini!“ ketika Tuhan Yesus sudah
mengakhiri pidato Nya maka berangkatlah bayi-bayi itu kedunia.
(Tuhan mencintai kita semua, bagaimana jika cerita ini nyata,
tanyakan dirimu?)
Stepanus Ade
Rabu, 14 Oktober 2015
Tuhan Yesus sang tukang pos
Awalnya ketika Tuhan Yesus berada di Surga, pada waktu itu Tuhan
Yesus sedang berjalan-jalan mengelilingi Kerajaan Surga, hingga sampailah Ia
pada sebuah ruangan. Dia tertegun dan termenung sejenak karena ada sesuatu yang
menarik perhatianNya.
Pada ruangan itu ternyata banyak sekali tumpukan surat-surat yang
berasal dari dunia. Surat-surat itu ditulis dan dikirim oleh manusia kepada
Tuhan, isinya ternyata bermacam-macam, ada yang berisi permintaan dan
amarah-amarah. Ketika Tuhan Yesus melihat semua itu maka sedihlah Dia, satu
persatu lembaran-lembaran surat dibuka dari amplopnya, tetapi semuanya
mengecewakan padahal amplop tersebut dihiasi dengan warna-warna yang menarik
serta suratnya dengan tulisan yang
indah-indah.
Dari tumpukan-tumpukan surat itu
ternyata ada surat-surat yang menarik perhatianNya, tulisan dalam surat tersebut hanya beberapa baris dan isinya pun
hanya ungkapan sederhana seperti,”Terima kasih Yesusku.” Dan sebagainya, tetapi
semua tulisan dalam surat
ini membuat Tuhan Yesus tersenyum dan semakin membuat Dia penasaran siapa
sebenarnya yang menulis semua itu. Betapa terkejutnya Dia ternyata surat-surat
itu ditulis oleh anak kecil, maka timbulah ide dari Tuhan Yesus agar
surat-surat itu bisa dibalas oleh Allah Bapa secepatnya.
Hingga pada saat yang tepat
Tuhan Yesus pun datang kedunia pada malam hari ingin mendatangi anak-anak kecil
diseluruh dunia, tetapi Tuhan Yesus datang dengan menyamar menjadi seorang
tukang pos yang mengantarkan surat
yang dibuat anak-anak itu.
Setelah hari hampir pagi
Tuhan Yesus naik kesurga dengan membawa setumpukan karung-karung yang berisikan
surat, tetapi surat-surat itu tidak
langsung diserahkan kepada AlLah Bapa,
melainkan Tuhan Yesus sendiri yang menghiasi amplopnya dan mempercantik serta
menambahkan kata-kata yang indah sehingga menyenangkan hati Allah Bapa. Setelah
semua itu selesai lalu Tuhan Yesus memberikannya kepada Allah Bapa.
Hingga pada suatu malam ada seorang anak secara tak sengaja
bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka asyik bercerita dan pada saat itu juga
bertanyalah anak tersebut,”Tuhan kenapa semua doaku dikabulkan, sedangkan doa
papa dan mamaku tidak dikabulkan? ”lalu sambil tersenyum Tuhan Yesus menjawab,”
AnakKu, ketika malam hari engkau berdoa Aku ada didekatmu, lalu doamu Aku
tuliskan dalam secarik kertas, karena doamu sederhana dan sedikit maka Aku
menambahkan kata-kata yang indah, sedangkan doa papa dan mamamu sangat panjang
hingga secarik kertas penuh, jadi Aku tidak mempunyai tempat untuk
menuliskannya, surat-surat yang Aku tulislah yang berkenan kepada Bapa.”
Stepanus Ade
Mengawali Tulisan Untuk menuju http://surga-qta.blogspot.com pada hari ini, saya memulai sebuah tulisan yang mungkin bisa menambah wawasan dalam hidup anda. berikut renungan kita hari ini.
Ketika dalam sebuah ruang kelas ada seorang murid bertanya kepada
gurunya, “Guru, kita semua tahu bahwa Tuhan penuh dengan kelimpahan, baik
kebijaksanaan hingga kekayaanNya, tetapi mengapa masih banyak orang di dunia
ini hidup miskin?” lalu sang guru menjawab, “Pada suatu waktu Tuhan pernah
bertanya kepada semua penghuni surga, “Adakah sebuah cara untuk memberikan
kekayaanKu kepada manusia agar mereka bisa menikmatinya dengan adil?” lalu ada
malaikat yang menjawab, “Kita letakkan saja di jalan-jalan agar mereka dapat
menemukannya.” Tetapi jawab Tuhan, “Janganlah, karena apabila anjing yang
menemukannya akan habis dicabik-cabiknya.” Lalu ada seorang lagi yang berkata,
“Kita letakkan saja didepan pintu rumah mereka.” Lalu Tuhan pun menjawab, “Jangan
pulalah demikian, karena akan diambil pencuri.” Lalu ada seorang yang muda
diantara semua penghuni Surga menjawab, ”Kita letakkan saja pada setiap organ
tubuhnya, hingga hal itu menjadikan kekuatan bagi mereka.” Maka Tuhan pun
berkata, “Benar, itulah yang Kumaksud, baiklah segala kekayaan dan kelimpahan
itu kita namakan bakat, walaupun manusia itu hidup miskin tetapi segala
kelimpahan akan tetap padanya, semua tergantung dari padanya apakah mereka mau
bersikap bijak mencarinya, karena apabila Aku memberikan segala harta ke semua
orang mereka akan sombong dan tidak pernah mau membantu sesama dan menganggap
dirinya baik, Aku juga akan memperpanjang masa waktu agar setiap manusia dapat
menemukan bakatnya.”
Penulis: Stepanus Ade, S.E
Langganan:
Postingan (Atom)