Ada tiga orang pemuda yang sedang bertemu dan bercakap dengan
Tuhan, setelah selesai lalu Tuhan ingin pergi dan berpisah dengan mereka,
tetapi sebelum pergi Tuhan menawarkan kepada mereka tentang hal yang paling
mereka inginkan.
Pemuda pertama menginginkan kekayaan dan kepintaran, maka Tuhan
memberikan kekayaan dan kepintaran, lalu seumur hidupnya pemuda ini hidup
dengan kekayaan dan kepintaran hingga dia meninggal. Lalu pemuda kedua meminta
kepada Tuhan ketenaran dan kekuasaan dan Tuhanpun mengabulkan, hiduplah dia
dengan ketenaran dan kekuasaan selama hidupnya, lalu meninggal pulalah dia.
Sedangkan pemuda yang ketiga meminta kepada Tuhan kasih dan
kebijaksanaan, lalu hiduplah dia dengan kasih dan kebijaksanaan selama
hidupnya, setelah umurnya cukup meninggallah dia. Di alam kematian bertemulah
ketiga pemuda tersebut, lalu mereka berjalan dan sampailah pada pintu gerbang
pertama dan bertemu seorang malaikat dan malaikat itu berkata kepada pemuda
pertama, “engkau tunggulah disini dan dua orang temanmu silakan lanjutkan
perjalanan kalian.” Maka berjalanlah kedua orang pemuda tersebut dan mereka
bertemu pada gerbang kedua yang dijaga oleh seorang malaikat, dan berkatalah
malaikat itu kepada pemuda yang kedua,” engkau diamlah disini.” Dan kepada
pemuda ketiga dia perintahkan pergi melanjutkan perjalanannya. Lalu berjalanlah
pemuda yang ketiga seorang diri dan diujung jalan ia bertemu pada gerbang yang
ketiga yang dijaga oleh banyak malaikat, salah satu dari malaikat itu
berkata,”Marilah masuk.” Maka masuklah ia dan bertemu dengan Tuhan yang
memandangnya dengan senyum yang indah. Tapi pemuda tersebut bingung dan
langsung bertanya kepada Tuhan, “Kenapa kedua orang temanku tidak ikut
denganku?” Lalu Tuhan menjawab, “mereka memilih sesuai dengan keinginannya,
untuk itulah mereka hanya sampai pada gerbang pertama dan kedua, Walaupun
mereka berbuat baik waktu di dunia tetapi itu tidak berlaku pada KerajaanKu,
sedangkan engkau telah memilih kasih. AKUlah Kasih dan Kebijaksanaan, oleh
karena itu engkau telah memilih AKU.”
Oleh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar