Sabtu, 07 November 2015

Harta Yang Kekal

Ada tiga orang pemuda yang sedang bertemu dan bercakap dengan Tuhan, setelah selesai lalu Tuhan ingin pergi dan berpisah dengan mereka, tetapi sebelum pergi Tuhan menawarkan kepada mereka tentang hal yang paling mereka  inginkan.
Pemuda pertama menginginkan kekayaan dan kepintaran, maka Tuhan memberikan kekayaan dan kepintaran, lalu seumur hidupnya pemuda ini hidup dengan kekayaan dan kepintaran hingga dia meninggal. Lalu pemuda kedua meminta kepada Tuhan ketenaran dan kekuasaan dan Tuhanpun mengabulkan, hiduplah dia dengan ketenaran dan kekuasaan selama hidupnya, lalu meninggal pulalah dia.
Sedangkan pemuda yang ketiga meminta kepada Tuhan kasih dan kebijaksanaan, lalu hiduplah dia dengan kasih dan kebijaksanaan selama hidupnya, setelah umurnya cukup meninggallah dia. Di alam kematian bertemulah ketiga pemuda tersebut, lalu mereka berjalan dan sampailah pada pintu gerbang pertama dan bertemu seorang malaikat dan malaikat itu berkata kepada pemuda pertama, “engkau tunggulah disini dan dua orang temanmu silakan lanjutkan perjalanan kalian.” Maka berjalanlah kedua orang pemuda tersebut dan mereka bertemu pada gerbang kedua yang dijaga oleh seorang malaikat, dan berkatalah malaikat itu kepada pemuda yang kedua,” engkau diamlah disini.” Dan kepada pemuda ketiga dia perintahkan pergi melanjutkan perjalanannya. Lalu berjalanlah pemuda yang ketiga seorang diri dan diujung jalan ia bertemu pada gerbang yang ketiga yang dijaga oleh banyak malaikat, salah satu dari malaikat itu berkata,”Marilah masuk.” Maka masuklah ia dan bertemu dengan Tuhan yang memandangnya dengan senyum yang indah. Tapi pemuda tersebut bingung dan langsung bertanya kepada Tuhan, “Kenapa kedua orang temanku tidak ikut denganku?” Lalu Tuhan menjawab, “mereka memilih sesuai dengan keinginannya, untuk itulah mereka hanya sampai pada gerbang pertama dan kedua, Walaupun mereka berbuat baik waktu di dunia tetapi itu tidak berlaku pada KerajaanKu, sedangkan engkau telah memilih kasih. AKUlah Kasih dan Kebijaksanaan, oleh karena itu engkau telah memilih AKU.”
 Oleh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar