Sabtu, 07 November 2015

Sakit Yang Membawa Keselamatan


Di dalam ruangan sebuah rumah sakit, berbaring para pasien yang menderita berbagai penyakit, mulai dari penyakit yang tingkatannya sedang hingga pada tingkatan penyakit yang berbahaya. Ruangan tersebut berisi sepuluh orang pasien yang berbeda latar belakangnya. Lalu, pada suatu malam tampaklah kepada mereka ada cahaya putih turun dari atas hingga seisi ruangan menjadi terperanjat menyaksikan kejadian aneh tersebut. Lama-kelamaan cahaya tersebut berubah bentuk menjadi rupa manusia pakaiannya berkilau-kilauan, ternyata sosok tersebut adalah Tuhan Yesus, dengan serta merta mereka semua berseru dan memanggil,”Tuhan sembuhkanlah kami!!” Lalu dengan senyum lembut Tuhan menjawab,”Baiklah Aku akan menjamah kalian satu persatu dari kalian dan Aku juga akan memberikan pesanKu secara pribadi, tetapi ingatlah pesanKu tidak boleh diceritakan kepada siapapun termasuk kalian yang di ruangan ini, mengerti?” lalu mereka menganggukkan kepala tanda setuju. Maka seketika itu juga Tuhan datang dan menghampiri tempat tidur mereka masing-masing, Tuhan menjamah mereka dan setiap orang dari mereka ditinggalkan pesan pribadi.
Tiga puluh tahun kemudian meninggallah mereka semua yang telah dijamah di dalam ruangan rumah sakit tersebut, maka jiwa-jiwa mereka dibawa pergi oleh malaikat ke Api penyucian, hanya satu jiwa yang langsung ke Surga, jiwa-jiwa tersebut heran dan mereka saling berbicara satu dengan yang lainnya,”Kenapa hanya satu jiwa yang langsung ke Surga?” maka berkatalah malaikat kepada mereka semua,”Tahukah kamu ketika Tuhan Yesus datang kepada jiwa itu, ketika dia ingin disembuhkan berkatalah dia kepada Tuhan, “Janganlah Engkau sembuhkan aku tetapi berilah aku kekuatan agar dapat selalu mengucap syukur  kepadaMu, karena aku  ingin  sekali merasakan penderitaanMu di kayu salib tetapi aku tidak dapat merasakannya, maka biarlah penderitaanku aku  tanggung hingga ajalku menjemput tetapi kuatkanlah aku,” maka Tuhan berkenan dan dia dianggap layak datang kepada Tuhan.”

Oleh
Stepanus Ade


Tidak ada komentar:

Posting Komentar